Tekno

CEO Xiaomi Jadi “Pahlawan” China Era Modern

CEO Xiaomi, Lei Jun.(mi.com)

KabarSelebes.com – CEO Xiaomi Lei Jun masuk ke jajaran 10 besar tokoh filantropi China. Sesuai titelnya, penghargaan ini bukan karena keberhasilan Lei membangun Xiaomi dan mengumpulkan kekayaan pribadi hingga 9,8 miliar dollar AS (Rp 130 triliun).

Penghargaan ini mengarah kepada cara Lei “menghamburkan” duitnya. Dikenal sebagai sosok ambisius, Lei juga ternyata rajin berderma untuk pendidikan dan lingkungan sosial pada umumnya sehingga disebut-sebut sebagai salah satu “pahlawan” China era modern.

Ia diberi tepuk tangan meriah atas kontribusinya kepada sesama dalam ajang ” China Charity List Award” ke-14. Total dana yang ia keluarkan untuk masyarakat luas berkisar di angka 1 miliar dollar AS atau senilai Rp 13,3 triliun.

Aksi filantropinya dimulai untuk almamaternya, yakni Universitas Wuhan. Ia lulus dari sana pada tahun 1991, sebagaimana dilaporkan Gizmochina dan dihimpun KompasTekno, Kamis (27/4/2017).

Enam tahun setelahnya, pada 1997, Lei memberikan donasi pertamanya senilai 140.000 RMB atau sekarang bernilai Rp 270 jutaan. Dana itu untuk beasiswa mahasiswa.

Ia lantas membuat dua yayasan beasiswa yang dinamai “Lei Jun Computer Scholarship” dan “Lei Jun Scholarship”. Terakhir, pada Oktober 2016, ia mendonasikan 14,5 juta dollar AS atau Rp 193 miliar untuk pembangunan gedung Sains dan Teknologi seluas 35.000 meter persegi di Universitas Wuhan.

Selain donasi di universitasnya, ia juga menggelontorkan duit ke banyak organisasi amal. Pada Mei 2016, Lei mendonasikan 29.000 dollar AS (Rp 386 jutaan) untuk Zhuhai Charity. Lembaga tersebut berkonsentrasi pada pembiayaan sekolah bagi para imigran.
Advertisment

Desember lalu, ia juga mendonasikan 14.500 dollar AS atau sekitar Rp 193 jutaan untuk penduduk desa Yangchun. Dana itu untuk renovasi sekolah, cagar budaya, dan menempel rumah-rumah berdinding bata.

Kegiatan amal lainnya

Sebagian uangnya juga untuk korban bencana alam. Misalnya saja pada 20 April 2013, ketika gempa bumi melanda kota Ya’an. Ia memberikan 1 juta RMB atau Rp 1,9 miliar untuk membeli perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan korban.

Nilai yang sama juga digelontorkan pada 3 Agustus 2014, ketika gempa bumi melanda Kabupaten Ludian di Provinsi Yunnan. Keesokan harinya, ia mendonasikan 1 juta dollar Taiwan (Rp 442 juta) untuk korban ledakan gas di Kaohsiung, Taiwan.

Lei turut pula berpartisipasi dalam American Ice Association Bucks Challenge pada 2014. Organisasi itu mempromosikan kesadaran akan penyakit ALS yang menyerang motor neuron.

Ia menyumbangkan 10.000 dollar AS atau Rp 133 jutaan untuk proyek bantuan ALS di China. Donasi-donasinya dianggap telah mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Maka tak berlebihan jika Lei digadang-gadang sebagai salah satu pahlawan China era modern.(Sumber: KOmpas)

Silakan komentar Anda Disini....
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top