Lifestyle

Rahasia Bugar untuk Ayah yang Baru Memiliki Bayi

Ilustrasi Ayah ibu berenang bersama anak(Denis Moskvinov)

KabarSelebes.com – Banyak sebab mengapa seorang ayah yang baru memiliki anak akan kehilangan bentuk tubuh atletisnya. Bisa jadi ia kurang tidur karena anaknya sering bangun tengah malam, tidak ada waktu menyiapkan makanan sehat, kehilangan jadwal berolahraga, atau stres sehingga melampiaskannya pada makanan.

Padahal menjadi seorang ayah bukan berarti kita berhenti memperhatikan diri sendiri. Di waktu yang sempit pun kita bisa melakukan beberapa hal agar tetap bugar dan sehat. Bagaimana melakukannya?

Fokus mengapa kita harus sehat

Saat memiliki anak, tujuan kita berolahraga dan menjaga kebugaran mestinya berubah. “Kita tidak lagi berusaha mendapatkan perut six pack seperti masa muda dahulu, namun menjadikan olahraga sebagai cara mencapai umur panjang agar bisa lebih lama bersama anak-anak,” ujar Dr. Anthony Balduzzi, pendiri The Fit Father Project.

Bila kita memikirkan kesehatan, maka kemungkinan kita meluangkan waktu berolahraga akan lebih besar dibanding bila kita melakukannya sekedar untuk membakar kelebihan kalori dari nasi goreng yang kita santap semalam.

Tinggalkan gym… sementara

Ini bukan berarti kita tidak bisa lagi berlatih di gym. Namun sebaiknya kita menghilangkan ketergantungan pada gym, dan mulai berpikir bahwa kita bisa berolahraga di mana saja. “Gym bukan satu-satunya tempat dimana kita bisa mendapatkan kebugaran. Ciptakan tempat di rumah yang bisa kita pakai untuk berolahraga, entah itu ruang keluarga, ruang tamu, atau teras,” ujar pelatih kebugaran Kellen Milad, M.S.

Ayah ibu olahraga bersama anak(Halfpoint)

Bila rumah Anda terlalu sempit, Anda bisa memanfaatkan taman di perumahan atau jalanan di antara perumahan. Di situ kita bisa berlari, push up, lunges, squat dan gerakan lain yang memanfaatkan berat tubuh sebagai beban. Bahkan bila ingin melakukan pull up, And bisa mencari dahan pohon yang cukup kuat sebagai pegangan.

BACA JUGA :  Membanggakan, Film Anak Poso Diputar di Australia

Tentu Anda bisa melakukannya sambil menunggui si kecil berjemur, atau sambil mendorong stroller bersamanya.

Lakukan setiap kali ada waktu

Olahraga di kantor di sela-sela waktu kerja(DragonImages)

Lebih baik melakukan sedikit daripada tidak sama sekali. Kita sering menganggap olahraga sebagai rutinitas yang harus dilakukan di tempat tertentu, selama sekian jam, dengan urutan tetap seperti peregangan, kardio, latihan beban dan lainnya.

Padahal kita sebenarnya bisa melakukannya sepanjang hari di sela-sela kegiatan kita. Waktu olahraga yang tadinya 2 jam tanpa henti, kita sebar menjadi sepanjang hari. Misalnya kita sempatkan push up di pagi hari, lalu naik tangga selama di kantor, squat di siang hari, dan sit up atau crunch di sore hari.

Cara berolahraga seperti itu memiliki beberapa kelebihan, yakni mencegah kelelahan berlebih, melatih otot selalu dalam keadaan efisien, meningkatkan metabolisme sepanjang hari, sekaligus mencegah kita duduk terlalu lama di kantor.

Tetap tidak ada waktu? Jaga makanan Anda

Dalam beberapa kasus, ayah baru ternyata tidak sempat melakukan olahraga apapun kecuali menggendong bayinya. Mengatasi hal ini, satu hal yang bisa dijaga agar tubuh tetap proporsional adalah dengan mengatur makanan.

Banyaklah makan sayur dan buah, untuk menggantikan gula dan karbohidrat. Kurangi atau hindari junk food, dan makan sesuai yang diperlukan tubuh, alias tidak berlebih.

Dengan cara ini, meski hanya sempat berolahraga seminggu sekali, kita tetap bisa menjaga agar tidak perlu membeli celana baru dengan ukuran lebih besar.

 

Sumber: Kompas

Silakan komentar Anda Disini....
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top