Sulawesi Tengah

Akper Landangan Juara Lomba Film Pendek Poso Untuk Indonesia

Para pemenang Lomba Film Pendek Poso untuk Indonesia.(Foto:Ryaan Gode)

POSO, KabarSelebes.com – Lomba film pendek Poso Untuk Indonesia yang digelar oleh Kayu Hitam Production dan Komunitas Rumah Katu bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Poso, akhirnya telah memilih tiga orang pemenang film pendek.

Film pendek bagi pelajar dan warga Poso ini para peserta menampilkan cerita tentang nasionalisme, Poso kota wisata dan toleransi. Peserta lomba film pendek ini diikuti empat belas peserta dari komunitas pegiat film, pelajar dan mahasiswa yang ada di Poso dan kota Tentena.

Saat penutupan Festival Pesona Budaya dan Pariwisata dan Popda ke 16 tahun pada Jumat 12 Mei 2017 di lapangan Alun-alun Sintuwu Maroso, bupati Poso menyerahkan piagam dan bonus kepada tiga orang peserta pemenang film pendek.

Untuk juara 1 film terbaik dari Kampus Akper Landangan dengan judul film memahami untuk manghargai, juara ke 2 pelajar SMK 1 Poso Pesisir judul film 2.000 dan pemenang ke 3 dari komunitas pegiat film kota Tentena yang mengambil cerita Eksplor Tentena.

Bonus ke tiganya juara 1 senilai Rp. 3 juta, juara 2 Rp. 2 juta dan juara ke 3 bonus senilai Rp. 1 juta.

Sebelum terpilihnya pemenang film pendek ini, terlebih dahulu di lakukan penilaian oleh tiga orang warga Poso pegiat film yang merupakan alumnus perfilman dari kampus Jogjakarta hadir sebagai juri.

Dari empat belas peserta yang menyetorkan hasil film pendek, juri kemudian menyeleksinya hingga memilih tiga orang sebagai pemenang film pendek dengan tema Poso untuk Indonesia. Durasi film yang ditampilkan peserta berdurasi  3 hingga 5 menit.

Iin Brur selaku ketua panitia lomba Film pendek menyampaikan, film bisa menjadi media propaganda dan juga bisa menjadi media untuk mengangkat fakta dan data.

BACA JUGA :  LIPI Ingatkan Agar Waspadai Gempa Besar di Sulawesi

Menurutnya, jika Komunitas Rumah Katu menginisiasi Lomba film pendek dengan bertujuan untuk merangsang para filmaker yang ada di Kabupaten Poso untuk terus berkarya. Selain itu lomba ini tak kalah pentingnya untuk menghilangkan stigma negatif tentang Poso.

“Lomba ini kami gelar untuk memberikan wadah bagi pegiat film bisa mengeksplor karyanya, yang paling penting menghilangkan Stigma Poso di luar bahwa Poso aman dan damai,” ucap Iin Brur. Jumat 12 Mei 2017.

Iin menambahkan, lomba film pendek ini salah satu bentuk partisipasi dalam Festival Pesona Budaya dan Pariwisata dan Popda ke 16 tingkat Sulteng.

Untuk diketahui, Rumah Katu merupakan komunitas warga Poso yang aktif di bidang seni dan budaya, yang selalu menyuarakan perdamaian melalui karya karya seni. (Ryaaan Gode)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top