Sulawesi Tengah

Sekolah Unggulan di Palu Ini Harus Pinjam Komputer untuk UNBK

Ilustrasi UNBK

PALU, KabarSelebes.com – Tidak semua sekolah harus menikmati fasilitas dalam mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). SMPN 1 Palu misalnya, terpaksa meminjam puluhan unit komputer dari berbagai sekolah untuk melaksanakan UNBK di sekolah tersebut.

“Kami baru punya 30 unit komputer yang siap digunakan untuk UNBK, sementara peserta UNBK mencapai 400-an orang,” kata Hardi, kepala SMPN 1 Palu kepada tiga anggota Komisi A DPRD Kota Palu yang dipimpin Ketua Komisi Tamsil Ismail yang sedng meninjau penyelenggaraan UNBK, baru-baru ini seperti dikabarkan Okezone.com.

Untuk menyiasati keterbatasan komputer itu, kata Hardi, strategi yang ia lakukan adalah meminjam komputer dari sekolah lain dan menempatkannya pada dua ruangan sehingga peserta UNBK bisa mengikuti UNBK secara bergantian.

“Sejauh ini, masalah UNBK di sekolah kami adalah ketersediaan komputer yang masih sangat terbatas,” ujar Hardi.

SMPN 1 Palu merupakan salah satu sekolah unggulan di Kota Palu, namun justru sekolah unggulan tersebut yang tidak memiliki kelengkapan pendukung pelaksanaan UNBK.

Bahkan dilaporkan, ada siswa yang terpaksa membawa laptop pribadi untuk mengikuti UNBK. Meski begitu, Handri tetap optimistis pelaksanaan UNBK di sekolah yang dipimpinnya berjalan sesuai yang diharapkan.

“Kami butuh integritas dan kualitas. Meski dengan berbagai keterbatasan, UNBK tetap kami upayakan dan ini sedang berjalan, sebab hasil UNBK sangat berkualitas, kemudian keamanan soal sangat terjamin. Ini lah kelebihan menggunakan UNBK,” jelasnya.

Menurut dia, hal yang harus dibangun agar sekolah di Kota Palu bisa mengikuti UNBK adalah komitmen antara pengambil kebijakan di Dinas Pendidikan dan sekolah bersangkutan untuk bersama-sama melakukan analisis kebutuhan, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Komisi A DPRD Kota Palu Tamsil Ismail mengatakan pihaknya mengunjungi SMPN 1, SMPN 4 dan SMPN 14 untuk menyaksikan dari dekat kegiatan UNBK serta menyerap aspirasi pihak sekolah mengenai pelaksanaan UNBK.

BACA JUGA :  87 Rumah Rusak Akibat Gempa 6,6 SR di Poso

Dari pantauan mereka, ada beberapa hal yang harus jadi perhatian pemerintah kota terkait UNBK tingkat SMP antara lain pemenuhan fasilitas pendukung UNBK karena dari sekian banyak sekolah negeri, baru sebagian kecil yang melaksanakan UNBK.

“Yang melaksanakan UNBK pun masih harus pinjam-pinjam komputer. Ini perlu mendapat perhatian Pemkot Palu karena masih banyak sekolah melaksanakan ujian nasional secara manual/tradisional, ujarnya.

Ia minta sekolah-sekolah mengajukan usul pengadaan sarana dan fasilitas UNBK ke Dinas Pendidikan, dan DPRD siap membantu membahasnya bersama eksekutif demi kemajuan pendidikan di Kota Palu.

Tamsil berharap semua sekolah SLTP negeri di Kota Palu sudah melaksanaan UNBK pada 2018 nanti karena UNBK memiliki banyak kelebihan dari ujian nasional berbasis kertan dan pensil/pena, antara lain lebih hemat biaya karena tidak pakai kertas, lebih aman, dan kesalahan dapat diminimalisasi.

Kelebihan lain adalah keterlambatan soal UNBK lebih kecil terjadi dibanding UN berbasis kertas dan pensil, tertukarnya soal bisa diminimalisasi dan tidak rumit dalam pengumpulan lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN).

Bagi yang penglihatannya kurang tajam (visus rendah), UNBK sangat menolong karena huruf-huruf soal bisa diperbesar. Kemudahan ini akan mengakibatkan pengumuman hasil ujian bisa lebih cepat.

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top