Sulawesi Tengah

Kemenag Parimo Minta KUA Pantau Aliran Sesat

Ka Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada dan Kepala Kemenag Parimo saat sosialisasi di depan forum majelis ta’lim Parimo.(Foto:ist)

PARIGI, KabarSelebes.com – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong Drs. Muslimin mengimbau jajarannya khususnya di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk aktif memantau pergerakan aliran-aliran menyesatkan di wilayah itu.

Pernyataan Muslimin tersebut dikeluarkan saat sosialisasi peneguhan nilai nilai pancasila dan ASN serta pengarahan pembentukan forum majelis ta’lim di kantor kemenag Parigi Moutong Kamis (15/6/2017). Sosialisasi tersebut juga dihadiri dan dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada.

“Saya mengimbau agar ASN di lingkungan Kemenag khususnya para pengelola KUA senantiasa melihat, memantau dan mengamati pergerakan aliran-aliran menyesatkan di lingkungan kita sendiri,” kata Muslimin.

Menurut Muslimin, pihaknya tidak ingin ada pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat dengan mengatasnamakan agama.

“Mengutip Penglima TNI Gatot Nurmantyo bahwa saya tidak bisa mengamankan negara ini tanpa bantuan para ulam. Artinya kita perlu menyadari hal ini, kontribusi kita yang langsung terlibat di masyarakat, baik itu kepala KUA, penyuluh, pengawas,” lanjut Muslimin.

Ka Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada dan Kepala Kemenag Parimo saat sosialisasi di depan forum majelis ta’lim Parimo.(Foto:ist)

Untuk itu maka pembentukan forum majelis ta’lim merupakan bagian dari antisipasi munculnya aliran-aliran yang menyesatkan masyarakat. Muslimin berharap agar KUA melahirkan kajian-kajian yang lebih mengarah pada penguatan aqidah sehingga kesatuan tetap utuh kokoh.

“Sehingga forum dapat menjadi basis yang kuat di masyarakat. Agar gejolak yang ada lebih cepat diketahui,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada berharap Kemenag menjadi garda terdepan dalam posisi menjaga bangsa dan negara.  Sosialisasi ini kata Latopada bukan karena tidak paham pancasila atau bukanseorang pancasilais. Tapi bagaimana kita dapat menjadi agen perdamaian melalui majelis ta’lim Hubbul Wathan di bawah bimbingan Kanwil Kemenag Sulteng.

“Keberadaan majelis ta’lim Hubbul Wathan diharapkan dapat menjadi penangkal gerakan radikal maupun sesat yang menyusup pada masyarakat. Diharapkan majelis taklim ini dapat rutin melaksanakan kajian keagamaan. Seorang ASN kemenag tidak hanya diam dan tidak bergerak di masyarakat, tapi haruslah benar-benar dapat memberikan manfaat pada masyarakat, salah satunya beraktivitas pada masyarakat,” kata Latopada usai membuka sosialisasi tersebut.(ABD/LLS)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top